Istanbul (KABARIN) - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran bagian selatan pada Rabu dini hari. Serangan tersebut memicu ledakan dan hantaman proyektil di beberapa lokasi di Provinsi Hormozgan.
Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, jet tempur AS menargetkan beberapa wilayah strategis, termasuk Kota Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab.
Media tersebut melaporkan sedikitnya enam ledakan terdengar di area yang menjadi sasaran serangan. Sementara itu, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa sebuah proyektil menghantam Kota Sirik.
Tak lama berselang, media pemerintah Iran juga memastikan bahwa beberapa proyektil lainnya menghantam Pulau Qeshm. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi pasti mengenai tingkat kerusakan maupun dampak yang ditimbulkan dari serangan tersebut.
Sebagai respons atas serangan itu, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan langsung diaktifkan di sejumlah wilayah, termasuk Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik.
Di lokasi lain, kantor berita Mehr melaporkan adanya empat ledakan yang terjadi di Pelabuhan Jask. Selain itu, satu ledakan lain juga dilaporkan terjadi di pinggiran Kota Bandar Abbas yang berada di wilayah selatan Iran.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS telah memulai operasi militer yang mereka sebut sebagai tindakan “membela diri” terhadap Iran.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut diluncurkan sebagai respons atas insiden jatuhnya sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS yang terjadi sebelumnya.
Hingga saat ini, baik pihak Iran maupun Amerika Serikat belum merilis informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban ataupun dampak keseluruhan dari serangan tersebut. Situasi di kawasan juga masih terus berkembang seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026